Ketika berbelanja dengan cara online, atau bahkan dengan berbelanja di toko perfume keduanya akan sama-sama membingungkan karena begitu banyaknya produk perfume yang tersedia. Mulai dari Armani sampai Versace atau Banana Republic sampai Yves Saint Laurent, banyak sekali produk yang bisa dipilih. Banyak orang kebingungan untuk membedakan Eau de Perfume (EdP), Eau de Toilette (EdT) dan Eau de Cologne (EdC). Karena perbedaan dalam kandungan yang terdapat didalamnya berpengaruh juga pada harganya.
Eau de Cologne (EDC)
Ini merupakan jenis wewangian paling ringan. Itu karena kadar alkoholnya paling tinggi dan hanya terdapat sekitar 5% campuran essence. Tidak heran kalau wanginya pun cepat menguap. Namun, meski tergolong ringan, cologne tetap banyak dipilih karena terkenal memiliki aroma yang dapat menyegarkan tubuh hingga 2-3 jam. Cocok digunakan sehabis mandi seperti body spray dan body splash.
Eau de Toilette (EDT)
Wewangian ini satu tingkat lebih tinggi di atas cologne. Kadar alkoholnya juga tinggi, walaupun tidak setinggi cologne, sementara kadar essence-nya hanya berkisar 10-12%. Bila ingin mencari kesegaran yang bisa bertahan cukup lama, jenis wewangian ini merupakan pilihan yang paling ideal, karena aromanya ringan, tidak terlalu tajam serta awet hingga 3-4 jam, cocok untuk segala suasana.
Eau de Perfume (EDP)
Wanginya cukup tahan lama hingga 4-6 jam. Jenis wewangian yang satu ini memiliki kadar alkohol sedikit sementara kadar essence-nya berkisar min 16%. Oleh sebab itu, aroma wanginya cukup kuat dan tahan lama sehingga lebih sesuai digunakan di malam hari, terutama untuk menghadiri acara formal. Wangi EDP biasanya mulai menghilang setelah beberapa jam, tapi jejak wanginya masih akan ada dalam jangka waktu 24 jam. EDP cocok jika anda butuh wangi yang tahan seharian.
Perfume Extract
Dari semua jenis wewangian, ini dia yang paling awet dan bisa bertahan hingga 6-8 jam. Kadar aromanya minimal 20%. Tidak perlu terlalu banyak memakai jenis wewangian ini karena wanginya sudah bisa tercium dari jarak yang cukup jauh.
Intensitas dan ketahanan perfume bergantung pada konsetrasi dan intensitas campuran aroma yang digunakannya (minyak alami / minyak perfume). Kandungan didalam perfume bisa menguap dengan jumlah yang berbeda-beda tergantung campurannya. Ini sebabnya kenapa perfume penyegar atau after shave tercium berbeda aromanya setelah beberapa jam dipakai. Sejalan dengan meningkatnya proporsi campuran aromatic didalam produk perfume, intensitas dari bahan penguatan dan intensitas aroma juga dibuat.
Suatu pabrik perfume membagi berbagai minyak campuran perfume pada setiap perfume yang mereka produksi. Konsekuensinya, walaupun konsentrasi perfume didalam Eau de Parfum (EdP) seharusnya lebih tinggi daripada perfume yang sama dalam Eau de Toilette (EdT), jumlah aktualnya bisa berfariasi antara pabrik yang satu dengan yang lainnya. Jadi hati-hati, EdT dari satu pabrik mungkin bisa lebih kuat daripada EdP dari pabrik lainnya.
Sumber: GudangParfum